widgets

Jumat, 23 Januari 2015

ragam hias nusantara

 
MOTIF RAGAM HIAS DAERAH
Motif Hias di Indonesia sangat beragam, macam-macam motif hias ini sering kita temukan pada karya seni kriya yang di ciptakan di wilayah nusantara, baik penggunaan motif hias yang sudah terpengaruh dengan gaya modern, ataupun seni kriya yang masih mempertahankan gaya motif hias lama atau klasik. Namun motif yang kami bagikan kali ini adalah motif klasik tradisional yang berkembang pada zaman islam di Jawa yang telah yang mencapai puncak kejayaan pada zaman kerajaan-kerajaan besar di Jawa dan sekitarnya.
1. Motif Ragam Hias Padjajaran
Motif Ragam Hias Padjajaran berbentuk ukel dari daun pakis dan bentuknya serba bulat. Bentuk ukel seperti tanda koma, Angkupnya berbentuk bulat juga. Ujung ukel berbentuk patran miring. Motif Ragam Hias Padjajaran ini dapat kita lihat di Makam Sunan Gunung Jati, pada suatu bangsal dari kayu berukir. Menurut sejarah, semula adalah bangsal Taruma Negara dari Kerajaan Prabu Siliwangi. Makam tersebut terletak di dekat sungai Citarum di daerah Cirebon. Motif Ragam Hias Padjajaran diketemukan oleh Dinas Purbakala. Pokok dan Dasar Motif Padjajaran:
Bagian Pokok
: Cembung,semua daun atau bunga besar maupun kecil, dibuat cembung (bulat). Angkup: Mempunyai beberapa angkup antara lain angkup besar, angkup tanggung, angkup kecil.
Culo:
 Ialah unsur yang penting untuk mengetahui bahwa itulah motif Padjajaran. Lain dari pada itu tanda culo, berbentuk cembung. Motif Padjajaran besar maupun tanggung dan kecil ada culonya.
Endong:
 Ialah sehelai daun yang selalu digendong oleh daundaun pokok (daun yang besar) atau suatu trubusan yang selalu tumbuh di belakang daun pokok.
Simbar:
 Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuhnya pada daun besar atau daun pokok yang berdampingan dengan tangkai angkup.
Benangan:
 Yaitu gagang yang terletak di bagian muka ulir atau daun melingkar menuju ulir atau hiasan yang berwujud seperti benang di bagian sehelai daun. Bentuk ini menambah manis dan cantiknya motif tersebut. Pecahan: Ialah garis penghias daun; bentuk pecahan ini diselaraskan dengan motif tersebut.

 
2. Motif Ragam Hias Majapahit Ragam Hias Majapahit berbentuk bulatan dan krawingan (cekung) dan terdiri dari ujung ukel dan daun-daun waru maupun pakis. Dalam raga mini patran (daun) diwujudkan krawing (cekung). Bentuk Ragam Hias Majapahit untuk ragam pokok berbentuk seperti tanda Tanya. Ragam-ragam ini terdapat pada bekas-bekas potongan batu yang hanya sedikit, dan pada potongan kayu yang sudah rusak. Ragam Majapahit diketemukan oleh Ir. H. Maclaine Pont, seorang pejabat pada Museum Trowulan dan juga dapat dilihat pada tiang Pendopo Masjid Demak. Menurut sejarah tiang tersebut merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit yang dibawa oleh R. patah. Pokok dan dasar Motif Hias Majapahit Bagian Pokok: Campuran cekung dan cembung, memang daun ini merupakan campuran yang sesuai untuk menambah baiknya motif tersebut. Angkup: Ragam ini mempunyai dua angkup, yang berbentuk cembung dan cekung memakai ulir menelungkup pada sehelai daun pokok. Jambul: Ragam ini mempunyai jambul susun dan jambul satu. Ini suatu tanda untuk daun-daun pokok atau daun lainnya. Jambul yang satu untuk daun yang tanggung. Adapun daun kecil tidak memerlukan jambul. Jambul ini diletakkan di muka bagian atas ulir pada penghabisan ulir angkup. Trubusan: (daun semi) ialah sehelai daun yang terletak di atas angkup atau daun besar berebentuk bulat atau cekung (krawing), baik daun tanggung maupun daun kecil. Benangan: Sama dengan motif Padjajaran, hanya bedanya jika motif Majapahit mempunyai benangan rangkap. Benangan rangkap ini dipakai pada daun yang besar dan benangan satu pada daun yang tanggung. Simbar: Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuh pada daun besar atau pokok daun pada bagian bawah, berdampingan dengan tangkai angkup. Pecahan: Sama dengan pada motif Padjajaran 3. Motif Ragam Hias Bali Motif Ragam Hias Bali hampir sama dengan Ragam Hias Padjajaran. Bedanya terletak pada ujung ukel dihiasi dengan sehelai patran. Jadi ukel besar kecil, bulat cekung, pecahan, ada pula daun yang runcing. Ragam Hias bali oleh orang Bali dinamakan Patre Punggel. Ragam ini dapat dilihat di pura sebagai hiasan pintu masuk. Juga di kota-kota besar yang sudah banyak didapatkan patung-patung Bali Klasik.

   Pokok dan Dasar Motif Hias Bali Bagian Pokok: Campuran cekung dan cembung serta campuran daun ini. Daun yang besar atau tanggung, sehingga bentuk daun dapat dimengerti jika daun inilah motif Bali. Pokok Daun: Sehelai daun yang tumbuh di tengah-tengah daun yang lain dan tertutup oleh angkup. Batas dan garis pokok berimpitan dengan ulir muka (benangan) dan masuk pada angkupnya. Angkup: Sehelai daun yang menutup daun pokok dari pangkal hingga sampai pada ujungnya dan pada ujung daun berulir. Benangan: Berbentuk cekung melingkar di bagian muka ulir dan tidak berimpitan dengan garis-garis yang lain dan ujungnya berulir. Sunggar: Sehelai daun yang tumbuh membalik di muka berbentuk krawingan, yang pokoknya tumbuh dari ulir bagian benang. Endong: Sehelai daun yang selalu tumbuh di belakang (punggung) daun pokok, yang berbentuk cempalukan berulir atau daun punggel. Trubusan: (daun semi) sehelai daun tambahan yang tumbuh di bagian ujung atau atas daun pokok, menambah indahnya daun itu. Simbar: Ialah sehelai daun tambahan yang tumbuh pada daun besar atau daun pokok di bagian bawah berdampingan tangkai angkup. Pecahan: Suatu cawenan yang memisahkan daun pokok, terletk ditengah-tengah daun itu, menambah baiknya dari suatu motif Bali. 4. Motif Ragam Hias Mataram Motif Ragam Hias Mataram ini jika ditinjau dari gambar ukir, berasal dari pakaian wayang purwa. Bentuknya mirip bentuk cawenan-cawenan pakaian wayang. Dapat disimpulkan, ukiran motif Mataram mengambil motif ukiran wayang purwa Kerajaan Demak. Sebab, menurut sejarah, pada waktu kerajaan Demak mengalami masa surut, wayang dibawa pula ke Kerajaan Mataram. Dalam pelaksanaannya, motif Mataram berbentuk krawingan

Jumat, 21 November 2014

cara membuat kue bolu

Bahan :
- 1/4 kg mentega
- 3/8 kg gula halus
- 3 1/2 ons tepung terigu
- 1/2 coklat bubuk
- 1/2 sendok makan ovalet
- 5 sendok makan susu bubuk putih
- 12 butir telur
- 2 bungkus vanili kecil

Cara Membuat :

  • Pisahkan telur (kuning dan putih) pada tempat yang berbeda, putih telur bisa ditempatkan di dalam mangkok, sedangkan kuning telur bisa tetap berada di dalam cangkang telur.
  • Masukkan mentega, gula halus, vanili dan ovalet ke dalam baskom, kemudian mixcer dengan kecepatan tinggin selama 10 menit atau hingga adonan mengembang.
  • Setelah mengembang, campurlah adonan tersebut dengan kuning telur yang dimasukkan satu persatu ke dalam baskom ( adonan harus tetap di mixcer terus menerus selama kuning telur dimasukkan ) selama 10 menit.
  • Setelah selesai, kemudian masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk hingga rata.
  • Masukkan susu bubuk sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk hingga rata.
  • Masukkan coklat bubuk sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk hingga rata. 
  • Mixcer putih telur yang telah dipisahkan sebelumnya selama 5 menit, kemudian masukkan putih telur yang telah di mixcer ke dalam adonan, lalu di mixcer lagi selama 10 menit hingga adonan rata dan mengembang. 
  • Setelah selesai, masukkan adonan tersebut ke dalam loyang, kemudian panggang dalam oven selama kurang lebih 40 menit dengan suhu 25 derajat celcius.
  • Angkat dan dinginkan, kue bolu coklat siap untuk dihidangkan.

cara memakai jilbab

Tutorial cara memakai dan menggunakan jilbab kerudung atau berhijab segi empat dengan mudah yang disertai dengan gambar yang menarik sehingga bisa anda praktekkan disetiap harinya.

Bagi umat muslim menggunakan jilbab atau berhijab merupakan sebuah kewajiban bagi seorang wanita. Namun banyak sekali dimasyarakat sekitar kita yang tidak berhijab atau menggunakan jilbab berlalu lalang di tempat umum. Seringkali mereka tidak menggunaan jilbab atau berhijab di karenakan persepsi dari mereka yang menganggap bahwa menggunakan jilbab atau berhijab dapat mengurangi kecantikan anda padahal kini banyak sekali model jilbab mulai dari segi empat, paris, pashmina dan lainya yang justru membuat penampilan anda lebih cantik.

Maudy ayundya By my side

Ku hitung detik waktu
Memikirkan kamu tiada habisnya

Kau di detak jantungku
Di setiap nafasku tiada gantinya
Kau segala
Yang bermakna

I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life

I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you here forever right here
By my side

[David Choi]
All the fears you feel inside
And all the tears you’ve cried
They’re ending right here

I’ll heal your hardened soul
I’ll keep you oh so close
Don’t worry, I’ll never let you go
You’re all i need
You’re everything

[Maudy Ayunda/David Choi]
I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life

I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you here forever right here by my side

[David Choi]
Siapa yang 'kan menyangka
Aku tergila-gila
Dengarlah sekali lagi
I love you

[Maudy Ayunda]
Tiada yang lain lagi
Hatiku telah terkunci
Cuma kamu

[Maudy Ayunda/David Choi]
I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life

I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you here forever right here
By my side

Oooh hold you, Kiss you
I just wanna love you all my life

I normally wouldn’t say this
But i just can’t contain it
I want you here forever right here
By my side